Rabu, 17 Februari 2010

Remaja Di Era Globalisasi

Remaja Di Era Globalisasi

Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Seseorang yang berumur 13 sampai dengan 18 tahun dikategorikan sebagai remaja. Dalam masa ini, seseorang tidak lagi disebut anak-anak, namun belum cukup matang untuk dikatakan dewasa. Pada umumnya, masa remaja merupakan masa dimana seseorang sedang mencari jati dirinya. Orangtua dan lingkungan sangatlah berpengaruh terhadap pola hidup dan pembentukan identitas remaja.
Peran akal yang ada pada manusia menjadi potensi utama terjadinya perubahan, dengan potensinya itu manusia melakukan revolusi pemikiran sehingga pemikiran ini berkembang dan merambah dunia tanpa batas dan sekat territorial, inilah apa yang disebut dengan globalisasi. Globalisasi didominasi oleh kebudayaan dan pandangan hidup barat yang beberapa aspeknya tidak sesuai dengan kebudayaan bangsa. Hampir semua aspek kehidupan saat ini didominasi oleh globalisasi.

Sasaran utama dari globalisasi adalah remaja. Di era globalisasi ini, proses pembentukan diri seorang remaja lebih sulit karena semakin banyak hal-hal yang dapat menyebabkan terjerumusnya remaja kedalam hal negatif. Teknologi di era globalisasi merupakan faktor utama penyebab kenakalan remaja. Dengan perkembangan teknologi, pengaruh budaya asing dapat masuk dengan mudah. Pada umumnya, remaja belum bisa memilih manakah yang baik, sehingga sering terjadi kenakalan remaja. Pengaruh televisi, internet, dan ponsel selama ini disebut-sebut sebagai pemicu maraknya kenakalan remaja.

Ciri-ciri sebagian besar remaja dijaman globalisasi saat ini adalah:
1. Malu menjadi diri sendiri
Sebagian remaja tidak mensyukuri apa yang mereka miliki dan merasa yang dimiliki oleh orang lain pasti lebih baik. Contoh: lebih menyukai barang yang dari luar negeri.

2. Masih mencari jati diri.
Dalam masa peralihan menjadi dewasa, remaja belum bisa menemukan jati diri dan ideologi yang sesuai untuk hidupnya. Mereka belum bisa menemukan pandangan hidup untuk masadepannya, sehingga masih dapat terjerumus kedalam hal negative.

3. Mudah terpengaruh
Remaja bersifat mudah terpengaruh karena tidak mempunyai pendirian yang kuat. Sehingga mereka mudah terbawa arus pergaulan. Jika lingkungan tidak baik, mereka dengan mudah terpengaruh menjadi orang yang tidak baik pula.

4. Selalu coba-coba dan ingin tahu
Salah satu sifat remaja jaman sekarang adalah selalu ingin tahu dan coba-coba. Sangat berbahaya jika mereka mencoba hal-hal yang negatif, contohnya adalah: seorang remaja mencoba memakai narkoba karena ajakan teman, awalnya hanya mencoba, namun menjadi ketagihan, bahkan mereka rela melakukan hal-hal negatif demi mendapatkan barang haram tersebut. Mereka pun tidak memikirkan dampak negatif dari penggunaan narkoba.

5. Emosional
remaja adalah masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan aspek fisik, psikis dan psikososial, oleh karena itu sifat remaja menjadi emosional dan tidak menentu

6. Tidak berfikir secara rasional
Remaja sering kali tidak berfikir panjang, karena sifat remaja yang selalu terburu-buru saat menganmbil keputusan, dampak negatifnya adalah mereka akan mendapat banyak masalah akibat tindakan mereka yang dilakukan dengan tidak hati-hati. Contoh: apabila seoprang remaja yang memilih membolos dari pada belajar di sekolah , hal tersebut pasti akan merugikan remaja itu sndiri, dan apabila remaja tersebut ketahuan membolos dari pihak sekolah pasti remaja itu akn di hokum atau di skors.

7. Menentang orang tua (keras kepala)
Banyak remaja yang menentang orang tua karena larangan atau pendapat orang tua yang menurut mereka tidak cocok untuk mereka, menentang dan marah apabila permintaan mereka tidak di turuti. Itu karena sifat remaja yang keras kepala dan egois. Contoh: apabila seorang remaja meminta orang tuanya untuk membelikan sebuah baju yang mahal namun orang tuanya tidak memiliki biaya untuk membelinya remaja itu akan marah dan berusaha memaksa orang tunya untuk membelikannya.

Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian yang khusus sejak dibentuknya suatu peradilan untuk anak-anak nakal atau juvenile court pada tahun 1899 di Cook County, Illinois, Amerika Serikat. Pada waktu itu, peradilan tersebut berfungsi sebagai pengganti orangtua si anak - in loco parentis - yang memutuskan perkara untuk kepentingan si anak dan masyarakat. Dalam pandangan umum, kenakalan anak dibawah umur 13 tahun masih dianggap wajar, sedangkan kenakalan anak di atas usia 18 tahun dianggap merupakan salah satu bentuk kejahatan.
faktor penyebab kenakalan remaja:
1. Lemahnya pengawasan
Lemahnya pengawasan dari orangtua, guru, dan masyarakat dapat menyebabkan kenakalan remaja berkembang pesat, karena para remaja menjadi lebih leluasa dalam melakukan segala hal yang mereka inginkan. Selain itu, para orangtua dan guru yang tidak terlalu menguasai teknologi, mereka tidak dapat mencegah terjadinys jenis kenakalan – kenakalan modern tesebut karena bagaimana mau mencegah kalau menggunakannya saja belum mahir.

2. Faktor pubersitas
Dalam masa pubertas, remaja mempunyai keinginan yang sangat besar tehadap hal – hal berbau seksualitas. Apabila mereka tidak mendapatkan pendidikan seks yang baik mereka akan mencari dengan cara mereka sendiri. Akibatnya, mereka dapat terjerumus kedalam hal-hal yang berbau porno.

3. Orang tua yang terlalu permisif.
Orangtua biasanya dengan mudah memberikan barang berteknologi tinggi seperti hand phone, laptop, dan sebagainya kepada anaknya. Dengan kondisi yang masih labil dan pengaruh globalisasi informasi yang demikian gencar dan tidak tersaring dengan baik, akibatnya tentu saja penyalahgunaan dan kemerosotan moral yang terjadi. anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang permisif itu nantinya akan sulit untuk mengikuti aturan dan disiplin.

4. Masyarakat
Lingkungan masyarakat berpengaruh sangat besar terhadap kehidupan remaja. Jika lingkungan itu buruk, seseorang dapat dengan mudah terpengaruh menjadi buruk.

5. Agama dan keimanan
Kenakalan remaja dapat disebabkan benteng iman, ketakwaan, dan akhlak para siswa sangat rapuh karena pendidikan religi yang sangat tidak memadai, sehingga mereka dapat dengan mudah terjerumus kedalam hal-hal negatif.
Fenomena yang terjadi di kalangan remaja saat ini:
1. Pakaian-pakaian yang bermodel minim khas barat.
Contoh : yang biasa disebut tank top, tube dress, rok mini, bikini (biasanya digunakan oleh remaja-remaja di kota-kota besar)

1. Makanan siap saji khas barat.
Contoh: burger, pizza, hot dog

2. Minuman-minuman keras yang kini makin merajalela
Contoh : vodka, gin, beer (kini, minuman ini dapat diperoleh oleh remaja dilingkungan rumah)

3. Hiburan yang menonjolkan budaya barat.
Contoh: film yang mengadopsi budaya barat, sex bebas di kalangan remaja, adegan-
adegan ciuman (film BBB, virgin, air terjun pengantin, suster keramas, dll)

4. Media barat yang semakin membanjiri masyarakat muda.
Contohnya: MTV

5. Rekreasi yang meniru ala barat.
Contoh: dugem, minum beer, skateboard, dan sebagainya.

6. Program televisi yang menonjolkan acara-acara ala barat
Contoh : Take me out di Indosiar

Permasalahan:
1. Berkurangnya sopan santun dan tata karma. Disebabkan oleh dominasi budaya barat yang kurang sesuai dengan kepribadian, etika, dan budaya bangsa.

2. Sering kali remaja tidak mempunyai pendirian sehingga mudah terpengaruh arus globalisasi menurut mereka tindakan tersebut untuk menunjukkan bahwa mereka tidak ketinggalan jaman, padahal hal tersebut tidak seutuhnya benar, sebagai contoh cara bepakaian orang barat yang menggunakn bahan-bahan minim.


3. globalisasi remaja membawa berbagai dampak buruk antara lain tercabutnya generasi-generasi muda dari akar budaya, bangsa, dan agamanya sendiri. Contohnya adalah pudarnya budaya-budaya timur pada diri remaja saat ini (terutama di kota-kota besar yang telah menjadi pusat globalisasi)

4. Teknologi yang telah berkembang pesat menyebabkan berbagai informasi menyebar luas dengan mudahnya, sehingga terciptalah kenakalan remaja jenis baru, seperti melalui media elektronik. kenakalan remaja berbasis teknologi seperti video porno di handphone para siswa sampai situs – situs porno di internet. Hal ini dapat dibuktikan dengan beredarnya video porno seorang mahasiswa di Bandung yang berjudul “Bandung Lautan Asmara”, video ini menampilkan adegan seks yang dilakukan oleh dua orang mahasiswa.


5. Seks bebas adalah salah satu dampak globalisasi dikarenakan mental remaja yang masih labil dan mudah tergiur serta mudah terpengaruh budaya barat, seks bebas sering menyebabkan kehamilan di luar nikah atau di bawah umur. 2 tahun lalu, beredar video seorang siswi SMU di Pasuruan, Jawa Timur sedang melakukan aborsi akibat hamil diluar nikah.

6. Keagresifan remaja karena mereka masih bersifat emosional dan belum bisa berfikir panjang. di Belanda, seorang murid SMU menembak kepala seorang guru karena ia marah karena 'diskors' oleh gurunya. Remaja yang labil dan belum bisa mengendalikan emosi akan meniru tindakan tidak baik saat merasa emosi sebagai wujud balas dendam.

Kesimpulan/isi:
Golongan muda sebahagian besarnya sudah tergeret dalam globalisasi. Melalui pelbagai saluran, golongan belia akan terus menjadi sasaran utama globalisasi.Anak- anak muda sekarang telah mulai tercabut dari akar budaya, bangsa dan agamanya sendiri. Munculnya gaya hidup global ditandai oleh berbagai ciri kehidupan barat, anak-anak muda secara umum sudah tidak merasa bersalah untuk meniru secara bulat budaya hidup barat. Globalisasi dapat berdampak positif, tetapi memiliki banyak dampak negatif terhadap remaja yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar